Kamis, 07 November 2019

ekstrak daun pandan untuk diabetes


               Hai guys .. ketemu lagi sama aku J. . .
               Selamat datang di blog yang kedua. . .

Daun pandan mempunyai berbagai macam manfaat untuk kesehatan tubuh kita. salah satunya yaitu untuk antidiabetes pada penderita dewasa. Nah, di blog aku yang kedua ini aku akan membahas tentang khasiat daun pandan sebagai antidiabetes beserta kandungannya.
         Sebelumnya apa saja sih kandungan yang terdapat dalam daun pandan sehingga dapat mencegah diabetes? Yuk, kita kupas lebih dalam  lagi tentang manfaat dibalik daun pandan dibawah ini.
                 


         Antidiabetes merupakan suatu aktivitas yang diberikan oleh senyawa tertentu yang dapat mengobati penyakit diabetes. Pengujian aktivitas antidiabetes ini biasa dilakukan pada tanaman herbal. Pengujian aktivitas antidiabetes diuji dengan tiga cara yaitu secara in vitro, in vivo, dan in silico. Dalam pengujian secara in vivo, in vitro, dan in silico terdapat uji Streptozotocin, uji Aloksan, uji toleransi glukosa, uji resistensi insulin, Bagian daun pada tanaman pandan wangi memiliki manfaat yaitu sebagai bahan tambahan makanan. Secara khusus, daun ini digunakan untuk memberikan warna hijau serta aroma untuk makanan. Aroma yang muncul dikarenakan ada senyawa turunan asam amino fenil alanin, yaitu 2-asetil-1pirrolin. Selain itu, pandan wangi juga memiliki beberapa aktivitas farmakologi berdasarkan pelarut ekstraknya, diantaranya sebagai antibakteri, antidiabetik, antikanker, dan antioksidan. Pelarut yang digunakan yaitu etanol dan etil asetat, air, etanol dan metanol, serta air dan methanol (Hassan, 2010).
Berdasarkan penelitian membuktikan bahwa ekstrak etil asetat dari daun pandan wangi mengandung senyawa terpenoid serta senyawa steroid dengan potensi antidiabetes, Steroid adalah gugus senyawa yang mengandung sebuah struktur dengan empat cincin yang dikenal sebagai inti steroid. Kolesterol yang disintesis dalam tubuh hewan dan tidak disintesis dalam tumbuhan adalah senyawa induk yang merupakan asal dari semua steroid lain, Semua steroid berasal dari jalur biosintesis asetil KoA. Ribuansteroid telah diidentifikasi dari tanaman, hewan, fungi dan kebanyakan dari steroid ini mempunyai aktivitas biologik yang menarik. Semua steroid paling sedikit memiliki gugus metil pada posisi C-10 dan C-13dimana metil-metil ini disebut sebagai metil angular. Beberapa dari steroid memiliki hidroksil alkoholik yang terikat pada cincin dan dikenalsebagai sterol Steroid (Hossan, 2009).
Steroid merupakan messenger kimia atau juga dikenal sebagaihormon. Steroid disintesis didalam kelenjar dan dihantarkan oleh alirandarah ke jantung target untuk merangsang atau menghambat suatu proses, Kandungan terpenoid atau steroid dalam tumbuhan dapat di uji dengan menggunakan metode Liebermann-Buchard, yang nantinya akan memberikan warna jingga atau ungu terpenoid dan warna biru untuk steroid  (Sarker, 2009)
Jenis-jenis Diabetes
Diabetes tipe 1 dan tipe 2. Diabetes tipe 1 terjadi karena sistem kekebalan tubuh penderita menyerang dan menghancurkan sel-sel pankreas yang memproduksi insulin sedangkan diabetes tipe 2 merupakan jenis diabetes yang lebih sering terjadi. Diabetes jenis ini disebabkan oleh sel-sel tubuh yang menjadi kurang sensitif terhadap insulin, sehingga insulin yang dihasilkan tidak dapat dipergunakan dengan baik.
Gejala Diabetes
Diabetes tipe 1 dapat berkembang dengan cepat dalam beberapa minggu, bahkan beberapa hari saja. Sedangkan pada diabetes tipe 2, banyak penderitanya yang tidak menyadari bahwa mereka telah menderita diabetes selama bertahun-tahun, karena gejalanya cenderung tidak spesifik. Beberapa gejala diabetes tipe 1 dan tipe 2 meliputi:
·         Sering merasa haus.
·         Sering buang air kecil, terutama di malam hari.
·         Sering merasa sangat lapar.
·         Turunnya berat badan tanpa sebab yang jelas.
·         Lemas.
·         Pandangan kabur.
·         Luka yang sulit sembuh.
Beberapa gejala yang menjadi tanda bahwa seseorang mengalami diabetes yaitu mulut kering, kaku, nyeri pada kaki serta gatal-gatal (Marlinda, 2012).
Gejala diabetes biasanya berkembang secara bertahap, kecuali diabetes tipe 1 yang gejalanya dapat muncul secara tiba-tiba. Dikarenakan diabetes seringkali tidak terdiagnosis pada awal kemunculannya, maka orang-orang yang berisiko terkena penyakit ini dianjurkan menjalani pemeriksaan rutin. Di antaranya adalah orang yang berusia di atas 45 tahun, wanita yang pernah mengalami diabetes gestasional saat hamil, Orang yang sudah didiagnosis menderita prediabetes (Marlinda, 2012).


Sarker, S. 2009. Kimia Untuk Mahasiswa Farmasi. Pustaka Pelajar: Yogyakarta
Marlinda, Mira., dkk. 2012. Analisis Senyawa Metabolit Sekunder dan UjiToksisitas Etanol Biji Buah Alpukat ( Persea americanaMill).Jurnal MIPAUNSRAT Volume 1 Nomor 1
Hassan, Z., & al, e. (2010). Antidiabetic Properties and Mechanism of Action of Gynura procumbens Water Extract in Streptozotocin-Induced Diabetic Rats. Molecules, 9008-9023.
Hossan, M., E.-S., & H., A. (2009). Antioxidative and anti α-amylase activities of four wild plants consumed by nomads in Egypt. Oriental Pharmacy and Experimental Medicine, 217-224.


6 komentar: