Hai guys .. ketemu lagi sama aku J. . .
Selamat
datang di blog yang kedua. . .
Daun pandan
mempunyai berbagai macam manfaat untuk kesehatan tubuh kita. salah satunya
yaitu untuk antidiabetes pada penderita dewasa. Nah, di blog aku yang kedua ini
aku akan membahas tentang khasiat daun pandan sebagai antidiabetes beserta
kandungannya.
Sebelumnya apa saja sih kandungan yang
terdapat dalam daun pandan sehingga dapat mencegah diabetes? Yuk, kita kupas
lebih dalam lagi tentang manfaat dibalik
daun pandan dibawah ini.
Antidiabetes merupakan suatu aktivitas yang diberikan oleh senyawa
tertentu yang dapat mengobati penyakit diabetes. Pengujian aktivitas
antidiabetes ini biasa dilakukan pada tanaman herbal. Pengujian aktivitas
antidiabetes diuji dengan tiga cara yaitu secara in vitro, in vivo,
dan in silico. Dalam pengujian secara in vivo, in vitro,
dan in silico terdapat uji Streptozotocin, uji Aloksan, uji toleransi
glukosa, uji resistensi insulin, Bagian
daun pada tanaman pandan wangi memiliki manfaat yaitu sebagai bahan tambahan
makanan. Secara khusus, daun ini digunakan untuk memberikan warna hijau serta
aroma untuk makanan. Aroma yang muncul dikarenakan ada senyawa turunan asam
amino fenil alanin, yaitu 2-asetil-1pirrolin. Selain itu, pandan wangi juga
memiliki beberapa aktivitas farmakologi berdasarkan pelarut ekstraknya,
diantaranya sebagai antibakteri, antidiabetik, antikanker, dan
antioksidan. Pelarut yang digunakan yaitu etanol dan etil asetat, air, etanol
dan metanol, serta air dan methanol (Hassan, 2010).
Berdasarkan penelitian
membuktikan bahwa ekstrak etil asetat dari daun pandan wangi mengandung senyawa
terpenoid serta senyawa steroid dengan potensi antidiabetes, Steroid
adalah gugus senyawa yang mengandung sebuah struktur dengan empat cincin yang
dikenal sebagai inti steroid. Kolesterol yang disintesis dalam tubuh hewan dan
tidak disintesis dalam tumbuhan adalah senyawa induk yang merupakan asal dari
semua steroid lain, Semua steroid berasal dari jalur biosintesis asetil KoA. Ribuansteroid
telah diidentifikasi dari tanaman, hewan, fungi dan kebanyakan dari steroid ini
mempunyai aktivitas biologik yang menarik. Semua steroid paling sedikit
memiliki gugus metil pada posisi C-10 dan C-13dimana metil-metil ini disebut
sebagai metil angular. Beberapa dari steroid memiliki hidroksil alkoholik yang
terikat pada cincin dan dikenalsebagai sterol Steroid (Hossan, 2009).
Steroid merupakan messenger kimia atau juga
dikenal sebagaihormon. Steroid disintesis didalam kelenjar dan dihantarkan oleh
alirandarah ke jantung target untuk merangsang atau menghambat suatu proses,
Kandungan terpenoid atau steroid dalam tumbuhan dapat di uji dengan menggunakan
metode Liebermann-Buchard, yang nantinya akan memberikan warna jingga
atau ungu terpenoid dan warna biru untuk steroid (Sarker, 2009)
Jenis-jenis Diabetes
Diabetes tipe 1 dan tipe 2. Diabetes tipe 1 terjadi karena sistem
kekebalan tubuh penderita menyerang dan menghancurkan sel-sel pankreas yang
memproduksi insulin sedangkan diabetes tipe 2 merupakan jenis
diabetes yang lebih sering terjadi. Diabetes jenis ini disebabkan oleh sel-sel
tubuh yang menjadi kurang sensitif terhadap insulin, sehingga insulin yang
dihasilkan tidak dapat dipergunakan dengan baik.
Gejala Diabetes
Diabetes tipe 1 dapat berkembang dengan cepat
dalam beberapa minggu, bahkan beberapa hari saja. Sedangkan pada diabetes tipe
2, banyak penderitanya yang tidak menyadari bahwa mereka telah menderita
diabetes selama bertahun-tahun, karena gejalanya cenderung tidak spesifik.
Beberapa gejala diabetes tipe 1 dan tipe 2 meliputi:
·
Sering merasa haus.
·
Sering buang air kecil, terutama di malam
hari.
·
Sering merasa sangat lapar.
·
Turunnya berat badan tanpa sebab yang jelas.
·
Lemas.
·
Pandangan kabur.
·
Luka yang sulit sembuh.
Beberapa gejala yang menjadi tanda bahwa seseorang
mengalami diabetes yaitu mulut kering, kaku, nyeri pada kaki serta gatal-gatal (Marlinda, 2012).
Gejala
diabetes biasanya berkembang secara bertahap, kecuali diabetes tipe 1 yang
gejalanya dapat muncul secara tiba-tiba. Dikarenakan diabetes seringkali tidak
terdiagnosis pada awal kemunculannya, maka orang-orang yang berisiko terkena
penyakit ini dianjurkan menjalani pemeriksaan rutin. Di antaranya adalah orang
yang berusia di atas 45 tahun, wanita yang pernah mengalami diabetes
gestasional saat hamil, Orang yang sudah didiagnosis menderita prediabetes (Marlinda,
2012).
Sarker, S. 2009. Kimia
Untuk Mahasiswa Farmasi. Pustaka Pelajar: Yogyakarta
Marlinda, Mira., dkk. 2012.
Analisis Senyawa Metabolit Sekunder dan UjiToksisitas Etanol Biji Buah Alpukat
( Persea americanaMill).Jurnal MIPAUNSRAT Volume 1 Nomor 1
Hassan,
Z., & al, e. (2010). Antidiabetic
Properties and Mechanism of Action of Gynura procumbens Water Extract in
Streptozotocin-Induced Diabetic Rats. Molecules, 9008-9023.
Hossan,
M., E.-S., & H., A. (2009). Antioxidative
and anti α-amylase activities of four wild plants consumed by nomads in Egypt.
Oriental Pharmacy and Experimental Medicine, 217-224.





